<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136</id><updated>2012-01-04T15:31:30.234+03:00</updated><title type='text'>KURSUS   EKG  (Elektrokardiografi) Bagian I</title><subtitle type='html'>Kata Abu Nazmah, EKG (elektrokardiografi),  Pemahaman &amp;amp; Pengertian EKG (elektrokardiografi), Anatomi Fisiologi Jantung, Elektrofisiologi Jantung</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136.post-8118928440860441171</id><published>2009-02-12T22:51:00.001+03:00</published><updated>2009-03-14T07:47:27.306+03:00</updated><title type='text'>Kata Abu Nazmah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upcoming.yahoo.com/event/326454/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 89px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZR-JZuUbkI/AAAAAAAAAhE/4keJvYMIh5c/s200/WebCam_20070522_2013.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302001361311002178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu`alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ucapkan selamat datang diblog saya dan ucapkan terima kasih kepada rekan rekan sesama profesi atas segala partisipasinya melalui membaca blog ini, masukan atau saran serta kritik yang positip dengan blog ini. Apapun isi dan bentuk penyajiannya yang ada di dalam blog ini saya menyadari masih banyak sekali kekurangannya,untuk itu sebelumnya saya mohon maaf apabila ada bahasa yang kurang berkenan di hati rekan-rekan sesama profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dan tujuan blog ini adalah sebagai rasa kepedulian saya terhadap sesama profesi keperawatan untuk berbagi dan meningkatkan pengetahuan atau keterampilan dibidang medis guna membantu kita agar lebih percaya diri dalam berkolaborasi saat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak sekali instansi-instansi pedidikan keperawatan atau STIKES bermunculan , sehingga persaingan antara institusi pendidikan keperawatan begitu ketatnya. Dimana mutu atau kwalitas lulusan mahasiswa yang seharusnya menjadi landasan penting pemikiran setiap institusi pendidikan keperawatan telah di abaikan. Tak heran kalau jumlah pengangguran dari profesi keperawatan tiap tahunnya bertambah, tidak sedikit rekan-rekan kita yang beralih profesi, dan tidak sedikit pula rekan-rekan kita mengungkapkan penyesalannya mengambil profesi keperawatan. Siapa yang bertanggung jawab dengan semua ini??Saya menghimbau kepada seluruh instansi pendidikan keperawatan atau STIKES untuk tidak berorientasi bisnis semata, tapi lebih maksimal lagi memikirkan kualitas lulusan profesi keperawatan dengan orientasi lapangan kerja tidak hanya didalam negeri saja, tetapi di luar negeri juga serta mampu bersaing dengan profesi keparawatan dari negara lain. Bagaimana caranya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali cara untuk membekali para mahasiswa agar bisa berkompetisi baik di dalam maupun diluar negeri sana. Selain kurikulum pendidikan yang sudah ada sekarang, semua instansi pendidikan keperawatan yang pertama harus menambah atau meningkatkan bahasa internasional keperawatan seperti inggris keperawatan, Arabic keperawatan, jepang keperawatan dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua menyadari kalau di negara Indonesia upah atau gaji yang diterima oleh profesi keperawatan relative minim dibanding dengan biaya pendidikan yang kita keluarkan saat kuliah. Untuk itu seharusnya semua instansi pendidikan keperawatan harus berpikir secara global dan berusaha semaksimal mungkin serta mencari objek lapangan kerja yang tidak hanya berorientasi pada lapangan kerja lokal saja, akan tetapi harus berkolaborasi dengan instansi lain guna menyalurkan lulusan mahasiswa dengan tepat sasaran. Yang kedua adalah memotivasi para mahasiswa untuk meningkatkan ekstra pengetahuan dan keterampilan diluar kurikulum yang sudah ada seperti BTLS,ACLS, emergency nursing, ICU nursing, EKG,dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya allah blog perdana saya ini dengan judul kursus EKG (elektrokardiografi) yang terbagi menjadi 5 bagian. Selanjutnya dan seterusnya saya akan berusaha semampunya agar bisa posting blog-blog yang bermanfaat buat rekan-rekan sejawat. Harapan saya mudah-mudahan blog ini selain sebagai alat media untuk berbagi informasi dan menjalin persahabatan sesama profesi keperawatan juga bisa menjadi salah satu motivasi untuk terus bersemangat meningkatkan kualitas profesi keperawatan yang benar benar professional dan mampu bersaing dengan perawat asing dimanapun rekan-rekan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan di hati rekan-rekan sejawat , saran serta kritik yang positip sangat diharapkan guna perbaikan blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8456295424339489136-8118928440860441171?l=kursusekg-i.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/8118928440860441171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/kata-abu-nazmah.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/8118928440860441171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/8118928440860441171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/kata-abu-nazmah.html' title='Kata Abu Nazmah'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZR-JZuUbkI/AAAAAAAAAhE/4keJvYMIh5c/s72-c/WebCam_20070522_2013.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136.post-3664134186691622162</id><published>2009-02-12T22:45:00.003+03:00</published><updated>2010-04-03T17:29:14.070+03:00</updated><title type='text'>I.   EKG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://perawats1unai.blogspot.com/2007/11/kursus-elektrokardiografi-ekg.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 343px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZR8iBG5uwI/AAAAAAAAAg8/GlYDZCTGg_8/s200/Cover+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301999585176697602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektrokardiografi&lt;br /&gt;by Abu Nazmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang interpreter EKG yang handal, anda harus membaca topik yang telah saya susun secara sistematis mulai dari pengetahuan dasar yang terkait dengan EKG sampai dengan topik yang nantinya akan mengarahkan anda untuk menjadi seorang interpreter yang handal.&lt;span class="fullpost"&gt; Sebenarnya kursus ini memerlukan tatap muka agar perlu pejelasan yang gamblang. Akan tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikannya tanpa harus bertatap muka. Anda juga boleh mengajukan pertanyaan  lewat email atau langsung lewat chating via yahoo messenger. Add saja abu_nazmah@yahoo.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Adapun topik yang telah saya susun adalah dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kursusekg-i.blogspot.com/"&gt;Bagian I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Pemahaman dan Pengertian Elektrokardiografi&lt;br /&gt;2. Anatomi dan Fisiologi Jantung&lt;br /&gt;3. Elektrofisiologi Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.kursusekg-ii.blogspot.com/"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Kertas EKG (elektrokardiografi)&lt;br /&gt;5. Konfigurasi Gelombang EKG (elektrokardiografi)&lt;br /&gt;6. Axis Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.kursusekg-iii.blogspot.com/"&gt;Bagian III&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. Cara menghitung frekfensi detak jantung (heart rate)&lt;br /&gt;8. Normal Ekg dan Variant Normal EKG&lt;br /&gt;9. Arrythmia atau Dysrythmia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.kursusekg-iv.blogspot.com/"&gt;Bagian IV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. Myocardiac Infarction dan Ischemia&lt;br /&gt;11. Pembesaran Otot Jantung (Hypertropy dan Enlargment)&lt;br /&gt;12. Pengaruh Obat-obatan dan Gangguan Keseimbangan Elektrolit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.kursusekg-v.blogspot.com/"&gt;Bagian V&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13. Interpretasi EKG (elektrokardiografi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);" class="fullpost"&gt;Ingat 4 K !!! Kemauan, Kesungguhan, Kosentrasi dan Kesabaran adalah faktor yang menentukan anda untuk menjadi seorang interpreter ekg (elektrokardiografi) yang handal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 51, 0);" class="fullpost"&gt;GOOD LUCK !!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8456295424339489136-3664134186691622162?l=kursusekg-i.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/3664134186691622162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i-ekg_6473.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/3664134186691622162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/3664134186691622162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i-ekg_6473.html' title='I.   EKG'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZR8iBG5uwI/AAAAAAAAAg8/GlYDZCTGg_8/s72-c/Cover+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136.post-5266579876143679235</id><published>2009-02-12T22:22:00.003+03:00</published><updated>2010-04-03T18:01:37.162+03:00</updated><title type='text'>I.2.  Pemahaman &amp; Pengertian  EKG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pemahaman yang di maksud disini adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali rekan-rekan perawat yang belum memahami akan peranan dan pentingnya EKG (elektrokardiografi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah persepsi dan pemahaman yang salah tentang EKG (elektrokardiografi), dimana menurut sebagian rekan-rekan perawat EKG hanya bisa dikonsumsi untuk dokter jantung (cardiologist), dokter atau perawat yang bekerja di ruangan jantung saja seperti ICCU, ICU, telemetry dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah sistematika pengajaran EKG (elektrokardiografi) yang kurang pas penyajiannya, dimana rekan-rekan yang sudah mempunyai motivasi bagus untuk belajar  EKG masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mencerna ilmu EKG dengan baik dan benar, sehingga apa yang didapatkan dalam akhir pembelajaran atau pelatihan mereka rasakan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blog ini, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya ingin mengajak rekan-rekan perawat untuk sama-sama membuka mata dan pikiran dalam memahami ilmu EKG (elektrokardiografi). Sebelumnya saya ingin bertanya, ada berapa jumlah rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia?Masih adakah rumah sakit  yang tidak menggunakan fasilitas EKG? Kalau saya tebak jawaban anda adalah puluhan bahkan ratusan jumlah rumah sakit di Indonesia dan tak satupun yang tidak menggunakan fasilitas EKG. Ini menunjukkan bahwa begitu pentingnya peranan EKG dalam dunia medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era global seperti sekarang ini, dimana setiap rumah sakit baik di dalam maupun di luar negeri saling berpacu dalam meningkatkan pelayanannya dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang memuaskan bagi pengunjungnya. Salah satunya adalah perekaman EKG yang mana mesin-mesin EKG ini mulai dari unit gawat darurat, bangsal umum/vip, klinik, ruang operasi, ICU/ICCU,telemetry dan tempat-tempat lainnya dengan mudah anda temukan. Jadi tidaklah benar kalau EKG dikonsumsi untuk dokter dan  sebagian para perawat yang bekerja diruang jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda tidak menyadari kalau sebenarnya kita (profesi keperawatan) masih pantas menyandang gelar "ROBOT" atau "PEMBANTU DOKTER", kenapa demikian? Kalau seorang perawat hanya bisa menjalankan order dokter saja tanpa bisa memberikan klarifikasi atau pendapat  yang perlu demi kebaikan pasien, sama saja kita sebagai robot atau pembantu dokter. Seperti halnya dengan EKG(elektrokardiografi), anda cuma bisa melakukan perekaman  EKG setelah itu menyerahkan ke dokter dan menjalankan apa yang diinstruksikan oleh dokter, padahal intruksi yang diberikan oleh dokter tidak selamanya tepat. Jadi kita sebagai partner (bukan pembantu dokter) harus bisa mengklarifikasi instruksi dokter tersebut. Bagaimana bila anda tidak menguasai basic EKG, sementara dokter tidak memberikan terapi untuk MI (miokardiac Infark) padahal jelas sekali gambaran  EKG menunjukan adanya MI. Ingat! anda sudah mendeklarasikan diri sebagai tenaga perawat yang profesional. Buktikan dong.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui blog ini,Insya allah saya akan memberikan pembelajaran EKG secara sederhana dan sistematis, dengan bahasa yang sederhana serta mudah dicerna oleh rekan-rekan perawat sehingga bisa mengarahkan anda untuk menjadi interpreter EKG yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pengertian EKG (elektrokardiografi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh menyebutkan kepanjangan EKG tersebut dengan "elektrokardiografi" atau "elekrokardiogram" karena grafik yang tercatat atau terekam oleh mesin EKG dinamakan Elektrokardiogram, sedangkan ilmu yang mempelajari EKG dinamakan Elektrokardiografi. Kalau saya uraikan arti dari kata elektrokardiografi/elektrokardiogram adalah elektro=listrik, kardio = jantung, grafi/gram = grafik. Jadi pengertian EKG secara lengkap adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik EKG atau dengan kata lain grafik EKG menggambarkan rekaman aktifitas listrik jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara merekam aktivitas listrik jantung? Yaitu dengan menempatkan sandapan-sandapan berupa elektroda yang di tempatkan dipermukaan tubuh, dimana elektroda-elektroda tersebut merekam aktivitas listrik jantung dari sudut yang berbeda, sehingga gambaran EKG yang terekam ditiap lead akan berbeda karena tergantung dari arah aksis jantung si pasien. (&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://kursusekg-ii.blogspot.com/2009/02/ii4-akis-jantung_18.html"&gt;baca aksis jantung&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EKG (elektrokardiografi) merupakan salah satu bentuk pemeriksaan laboratorium yang membantu dalam menegakkan suatu diagnosa, khususnya penyakit jantung. Ingat! Gambaran klinis pasien adalah nomor satu yang harus dipikirkan dalam menegakkan diagnosa penyakit jantung. Karena dilapangan seringkali ditemukan pasien dengan gambaran EKG abnormal tapi secara klinis jantung pasien normal. Begitu sebaliknya, gambaran EKG normal tapi secara klinis pasien mengalami gangguan pada jantung. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi obati pasien, bukan EKGnya !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;EKG sangat bermanfaat sekali dalam mengidentifikasi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gangguan Aritmia or dysritmia (aritmia = dysritmia)&lt;br /&gt;2. Jantung ischemia&lt;br /&gt;3. Myocardiac Infarction&lt;br /&gt;4. Hypertrophy Otot jantung ( untuk otot ventrikel), Dilatasi otot jantung (untuk otot atrium)&lt;br /&gt;5. Gangguan keseimbangan elektrolit&lt;br /&gt;6. Efek obat-obatan&lt;br /&gt;7. Fungsi pacu jantung&lt;br /&gt;8. Dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8456295424339489136-5266579876143679235?l=kursusekg-i.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/5266579876143679235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i2-pemahaman-pengertian-ekg.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/5266579876143679235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/5266579876143679235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i2-pemahaman-pengertian-ekg.html' title='I.2.  Pemahaman &amp; Pengertian  EKG'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136.post-1996844308766883325</id><published>2009-02-12T21:25:00.004+03:00</published><updated>2010-04-03T18:04:43.234+03:00</updated><title type='text'>I.3.  Anatomi  &amp; Fisiologi Jantung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRtPjBGDgI/AAAAAAAAAfk/gliHPVS5LwE/s1600-h/Heart1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 355px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRtPjBGDgI/AAAAAAAAAfk/gliHPVS5LwE/s200/Heart1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301982775187213826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisiologi, jantung adalah salah satu organ tubuh yang paling vital fungsinya dibandingkan dengan organ tubuh vital lainnya. Dengan kata lain, apabila fungsi jantung mengalami gangguan maka besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainya terutama ginjal dan otak. Karena fungsi utama jantung adalah sebagai single pompa yang memompakan darah ke seluruh tubuh untuk kepentingan metabolisme sel-sel demi kelangsungan hidup. Untuk itu, siapapun orangnya sebelum belajar EKG harus menguasai anatomi &amp;amp; fisiologi dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam topik anatomi &amp;amp; fisiologi jantung ini, saya akan menguraikan dengan beberapa sub-topik di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung&lt;br /&gt;2. Lapisan Pembungkus Jantung&lt;br /&gt;3. Lapisan Otot Jantung&lt;br /&gt;4. Katup Jantung&lt;br /&gt;5. Ruang Jantung&lt;br /&gt;6. Arteri Koroner&lt;br /&gt;7. Siklus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I.3.1. Ukuran,Posisi atau letak Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu berapa ukuran jantung anda? Secara anatomi ukuran jantung sangatlah variatif. Dari beberapa referensi yang saya baca, ukuran jantung manusia mendekati ukuran kepalan tangannya atau dengan ukuran panjang kira-kira 5" (12cm) dan lebar sekitar 3,5" (9cm). Jantung terletak di belakang tulang sternum, tepatnya di ruang mediastinum diantara kedua paru-paru dan bersentuhan dengan diafragma. Bagian atas jantung terletak dibagian bawah sternal notch, 1/3 dari jantung berada disebelah kanan dari midline sternum , 2/3 nya disebelah kiri dari midline sternum. Sedangkan bagian apek jantung di interkostal ke-5 atau tepatnya di bawah puting susu sebelah kiri.(lihat gb:1 &amp;amp; 2)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRto4s-n7I/AAAAAAAAAfs/2vA_Agxh8uc/s1600-h/5.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRto4s-n7I/AAAAAAAAAfs/2vA_Agxh8uc/s200/5.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301983210505150386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRuHoh7CPI/AAAAAAAAAf0/xHZaazfVOzo/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRuHoh7CPI/AAAAAAAAAf0/xHZaazfVOzo/s200/Picture1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301983738739755250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I.3.2. Lapisan Pembungkus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi rekan-rekan kita yang bekerja di ruang kamar operasi bedah jantung atau thorak saya yakin sudah terbiasa melihat keberadaan jantung di mediastinum, begitu pula dengan lapisan pembungkus atau pelindung jantungnya. Jantung di bungkus oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan perikardium, di mana lapisan perikardium ini di bagi menjadi 3 lapisan (lihat gb.3) yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lapisan fibrosa, yaitu lapisan paling luar pembungkus jantung yang melindungi jantung ketika jantung mengalami overdistention. Lapisan fibrosa bersifat sangat keras dan bersentuhan langsung dengan bagian dinding dalam sternum rongga thorax, disamping itu lapisan fibrosa ini termasuk penghubung antara jaringan, khususnya pembuluh darah besar yang menghubungkan dengan lapisan ini (exp: vena cava, aorta, pulmonal arteri dan vena pulmonal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lapisan parietal, yaitu bagian dalam dari dinding lapisan fibrosa&lt;br /&gt;• Lapisan Visceral, lapisan perikardium yang bersentuhan dengan lapisan luar dari otot jantung atau epikardium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara lapisan pericardium parietal dan lapisan perikardium visceral terdapat ruang atau space yang berisi pelumas atau cairan serosa atau yang disebut dengan cairan perikardium. Cairan perikardium berfungsi untuk melindungi dari gesekan-gesekan yang berlebihan saat jantung berdenyut atau berkontraksi. Banyaknya cairan perikardium ini antara 15 - 50 ml, dan tidak boleh kurang atau lebih karena akan mempengaruhi fungsi kerja jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRvmiJmD2I/AAAAAAAAAf8/29JVzqtGsKA/s1600-h/10.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRvmiJmD2I/AAAAAAAAAf8/29JVzqtGsKA/s200/10.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301985369114677090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I.3.3. Lapisan Otot Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terlihat pada Gb.3, lapisan otot jantung terbagi menjadi 3 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Epikardium,yaitu bagian luar otot jantung atau pericardium visceral&lt;br /&gt;• Miokardium, yaitu jaringan utama otot jantung yang bertanggung jawab atas kemampuan kontraksi jantung.&lt;br /&gt;• Endokardium, yaitu lapisan tipis bagian dalam otot jantung atau lapisan tipis endotel sel yang berhubungan langsung dengan darah dan bersifat sangat licin untuk aliran darah, seperti halnya pada sel-sel endotel pada pembuluh darah lainnya. (Lihat Gb.3 atau Gb.4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRxcV_CnzI/AAAAAAAAAgE/E0-9Mwxk0yg/s1600-h/7.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 95px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRxcV_CnzI/AAAAAAAAAgE/E0-9Mwxk0yg/s200/7.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301987393073749810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I.3.4. Katup Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup jatung terbagi menjadi 2 bagian, yaitu katup yang menghubungkan antara atrium dengan ventrikel dinamakan katup atrioventrikuler, sedangkan katup yang menghubungkan sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal dinamakan katup semilunar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup atrioventrikuler terdiri dari katup trikuspid yaitu katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan ventrikel kanan, katup atrioventrikuler yang lain adalah katup yang menghubungkan antara atrium kiri dengan ventrikel kiri yang dinamakan dengan katup mitral atau bicuspid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup semilunar terdiri dari katup pulmonal yaitu katup yang menghubungkan antara ventrikel kanan dengan pulmonal trunk, katup semilunar yang lain adalah katup yang menghubungkan antara ventrikel kiri dengan asendence aorta yaitu katup aorta. (Lihat Gb: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katup berfungsi mencegah aliran darah balik ke ruang jantung sebelumnya sesaat setelah kontraksi atau sistolik dan sesaat saat relaksasi atau diastolik. Tiap bagian daun katup jantung diikat oleh chordae tendinea sehingga pada saat kontraksi daun katup tidak terdorong masuk keruang sebelumnya yang bertekanan rendah. Chordae tendinea sendiri berikatan dengan otot yang disebut muskulus papilaris. (Lihat Gb:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRyBziLJiI/AAAAAAAAAgM/JEccik_hz08/s1600-h/12.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRyBziLJiI/AAAAAAAAAgM/JEccik_hz08/s200/12.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301988036660897314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRyi4Av-9I/AAAAAAAAAgU/0u96yw8v2EA/s1600-h/papillary_muscle_art.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRyi4Av-9I/AAAAAAAAAgU/0u96yw8v2EA/s200/papillary_muscle_art.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301988604798565330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terlihat pada gb.5 diatas, katup trikuspid 3 daun katup&lt;br /&gt;(tri =3), katup aortadan katup pulmonal juga mempunya 3 daun katup. Sedangkan katup mitral atau biskupid hanya mempunyai 2 daun katup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I.3.5. Ruang,Dinding &amp;amp; Pembuluh Darah Besar Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung kita dibagi menjadi 2 bagian ruang, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atrium (serambi)&lt;br /&gt;2. Ventrikel (bilik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena atrium hanya memompakan darah dengan jarak yang pendek, yaitu ke ventrikel. Oleh karena itu otot atrium lebih tipis dibandingkan dengan otot ventrikel.&lt;br /&gt;Ruang atrium dibagi menjadi 2, yaitu atrium kanan dan atrium kiri. Demikian halnya dengan ruang ventrikel, dibagi lagi menjadi 2 yaitu ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Jadi kita boleh mengatakan kalau jantung dibagi menjadi 2 bagian yaitu jantung bagian kanan (atrium kanan &amp;amp; ventrikel kanan) dan jantung bagian kiri (atrium kiri &amp;amp; ventrikel kiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua atrium memiliki bagian luar organ masing-masing yaitu auricle. Dimana kedua atrium dihubungkan dengan satu auricle yang berfungsi menampung darah apabila kedua atrium memiliki kelebihan volume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua atrium bagian dalam dibatasi oleh septal atrium. Ada bagian septal atrium yang mengalami depresi atau yang dinamakan fossa ovalis, yaitu bagian septal atrium yang mengalami depresi disebabkan karena penutupan foramen ovale saat kita lahir.&lt;br /&gt;Ada beberapa ostium atau muara pembuluh darah besar yang perlu anda ketahui yang terdapat di kedua atrium, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ostium Superior vena cava, yaitu muara atau lubang yang terdapat diruang atrium kanan yang menghubungkan vena cava superior dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium Inferior vena cava, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan vena cava inferior dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium coronary atau sinus coronarius, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kanan yang menghubungkan sistem vena jantung dengan atrium kanan.&lt;br /&gt;• Ostium vena pulmonalis, yaitu muara atau lubang yang terdapat di atrium kiri yang menghubungkan antara vena pulmonalis dengan atrium kiri yang mempunyai 4 muara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam kedua ruang ventrikel dibatasi oleh septal ventrikel, baik ventrikel maupun atrium dibentuk oleh kumpulan otot jantung yang mana bagian lapisan dalam dari masing-masing ruangan dilapisi oleh sel endotelium yang kontak langsung dengan darah. Bagian otot jantung di bagian dalam ventrikel yang berupa tonjolan-tonjolan yang tidak beraturan dinamakan trabecula. Kedua otot atrium dan ventrikel dihubungkan dengan jaringan penghubung yang juga membentuk katup jatung dinamakan sulcus coronary, dan 2 sulcus yang lain adalah anterior dan posterior interventrikuler yang keduanya menghubungkan dan memisahkan antara kiri dan kanan kedua ventrikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan, karena jantung kiri  menghadapi aliran darah sistemik atau sirkulasi sistemik yang terdiri dari beberapa organ tubuh sehingga dibutuhkan tekanan yang besar dibandingkan dengan jantung kanan yang hanya bertanggung jawab pada organ paru-paru saja, sehingga otot jantung sebelah kiri khususnya otot ventrikel sebelah kiri lebih tebal dibandingkan otot ventrikel kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pembuluh Darah Besar Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pembuluh besar yang perlu anda ketahui, yaitu:&lt;br /&gt;• Vena cava superior, yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian atas diafragma menuju atrium kanan.&lt;br /&gt;• Vena cava inferior, yaitu vena besar yang membawa darah kotor dari bagian bawah diafragma ke atrium kanan.&lt;br /&gt;• Sinus Coronary, yaitu vena besar di jantung yang membawa darah kotor dari jantung sendiri.&lt;br /&gt;• Pulmonary Trunk,yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah kotor dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis&lt;br /&gt;• Arteri Pulmonalis, dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah kotor dari pulmonary trunk ke kedua paru-paru.&lt;br /&gt;• Vena pulmonalis, dibagi menjadi 2 yaitu kanan dan kiri yang membawa darah bersih dari kedua paru-paru ke atrium kiri.&lt;br /&gt;• Assending Aorta, yaitu pembuluh darah besar yang membawa darah bersih dari ventrikel kiri ke arkus aorta ke cabangnya yang bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian atas.&lt;br /&gt;• Desending Aorta,yaitu bagian aorta yang membawa darah bersih dan bertanggung jawab dengan organ tubuh bagian bawah. (lihat Gb:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRzd5K3-6I/AAAAAAAAAgc/sW9MbJI0zN0/s1600-h/25.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 169px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRzd5K3-6I/AAAAAAAAAgc/sW9MbJI0zN0/s200/25.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301989618721749922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb : 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I.3.6. Arteri Koroner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner adalah arteri yang bertanggung jawab dengan jantung sendiri,karena darah bersih yang kaya akan oksigen dan elektrolit sangat penting sekali agar jantung bisa bekerja sebagaimana fungsinya. Apabila arteri koroner mengalami pengurangan suplainya ke jantung atau yang di sebut dengan ischemia, ini akan menyebabkan terganggunya fungsi jantung sebagaimana mestinya. Apalagi arteri koroner mengalami sumbatan total atau yang disebut dengan serangan jantung mendadak atau miokardiac infarction dan bisa menyebabkan kematian. Begitupun apabila otot jantung dibiarkan dalam keadaan iskemia, ini juga akan berujung dengan serangan jantung juga atau miokardiac infarction.&lt;br /&gt;Arteri koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik, dimana muara arteri koroner berada dekat dengan katup aorta atau tepatnya di sinus valsava&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner dibagi dua,yaitu:&lt;br /&gt;1.Arteri koroner kanan&lt;br /&gt;2.Arteri koroner kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arteri Koroner Kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner kiri mempunyai 2 cabang yaitu LAD (Left Anterior Desenden)dan arteri sirkumflek. Kedua arteri ini melingkari jantung dalam dua lekuk anatomis eksterna, yaitu sulcus coronary atau sulcus atrioventrikuler yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, yang kedua yaitu sulcus interventrikuler yang memisahkan kedua ventrikel. Pertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang merupakan bagian dari jantung yang sangat penting yaitu kruks jantung. Nodus AV node berada pada titik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAD arteri bertanggung jawab untuk mensuplai darah untuk otot ventrikel kiri dan kanan, serta bagian interventrikuler septum.&lt;br /&gt;Sirkumflex arteri bertanggung jawab untuk mensuplai 45% darah untuk atrium kiri dan ventrikel kiri, 10% bertanggung jawab mensuplai SA node.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arteri Koroner Kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri koroner kanan bertanggung jawab mensuplai darah ke atrium kanan, ventrikel kanan,permukaan bawah dan belakang ventrikel kiri, 90% mensuplai AV Node,dan 55% mensuplai SA Node.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I.3.7. Siklus Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mempelajari siklus jantung secara detail, terlebih dahulu saya ingin menyegarkan ingatan anda tentang sirkulasi jantung. Saya yakin kalau anda masih mengingatnya dengan baik atau anda telah lupa?&lt;br /&gt;Anda masih ingat kalau jantung dibagi menjadi 4 ruang? Empat ruang jantung ini tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ke empat ruangan ini membentuk hubungan tertutup atau bejana berhubungan yang satu sama lain berhubungan (sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal dan jantung sendiri). Di mana jantung yang berfungsi memompakan darah ke seluruh tubuh melalui cabang-cabangnya untuk keperluan metabolisme demi kelangsungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jantung merupakan suatu bejana berhubungan, anda boleh memulai sirkulasi jantung dari mana saja. Saya akan mulai dari atrium/serambi kanan.&lt;br /&gt;Atrium kanan menerima kotor atau vena atau darah yang miskin oksigen dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Superior Vena Kava&lt;br /&gt;- Inferior Vena Kava&lt;br /&gt;- Sinus Coronarius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atrium kanan, darah akan dipompakan ke ventrikel kanan melewati katup trikuspid.&lt;br /&gt;Dari ventrikel kanan, darah dipompakan ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen melewati:&lt;br /&gt;- Katup pulmonal&lt;br /&gt;- Pulmonal Trunk&lt;br /&gt;- Empat (4) arteri pulmonalis, 2 ke paru-paru kanan dan 2 ke paru-paru kiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan di alirkan kembali ke jantung melalui 4 vena pulmonalis (2 dari paru-paru kanan dan 2 dari paru-paru kiri)menuju atrium kiri.&lt;br /&gt;Dari atrium kiri darah akan dipompakan ke ventrikel kiri melewati katup biskupid atau katup mitral.&lt;br /&gt;Dari ventrikel kiri darah akan di pompakan ke seluruh tubuh termasuk jantung (melalui sinus valsava)  sendiri melewati katup aorta. Dari seluruh tubuh,darah balik lagi ke jantung melewati vena kava superior,vena kava inferior dan sinus koronarius menuju atrium kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, siklus jantung dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:&lt;br /&gt;• Sistole atau kontraksi jantung&lt;br /&gt;• Diastole atau relaksasi atau ekspansi jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spesific, siklus jantung dibagi menjadi 5 fase yaitu :&lt;br /&gt;1. Fase Ventrikel Filling&lt;br /&gt;2. Fase Atrial Contraction&lt;br /&gt;3. Fase Isovolumetric Contraction&lt;br /&gt;4. Fase Ejection&lt;br /&gt;5. Fase Isovolumetric Relaxation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu anda ingat bahwa siklus jantung berjalan secara bersamaan antara jantung kanan dan jantung kiri, dimana satu siklus jantung = 1 denyut jantung = 1 beat EKG (P,q,R,s,T) hanya membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;A. Fase Ventrikel Filling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah kedua atrium menerima darah dari masing-masing cabangnya, dengan demikian akan menyebabkan tekanan di kedua atrium naik melebihi tekanan di kedua ventrikel. Keadaan ini akan menyebabkan terbukanya katup atrioventrikular,  sehingga darah secara pasif mengalir ke kedua ventrikel secara cepat karena pada saat ini kedua ventrikel dalam keadaan relaksasi/diastolic sampai dengan aliran darah pelan seiring dengan bertambahnya tekanan di kedua ventrikel. Proses ini dinamakan dengan pengisian ventrikel atau ventrikel filling. Perlu anda ketahui bahwa 60% sampai 90 % total volume darah di kedua ventrikel berasal dari pengisian ventrikel secara pasif. Dan 10% sampai 40% berasal dari kontraksi kedua atrium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Fase Atrial Contraction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan aktifitas listrik jantung yang menyebabkan kontraksi kedua atrium, dimana setelah terjadi pengisian ventrikel secara pasif, disusul pengisian ventrikel secara aktif yaitu dengan adanya kontraksi atrium yang memompakan darah ke ventrikel atau yang kita kenal dengan "atrial kick". Dalam grafik EKG akan terekam gelombang P.   Proses pengisian ventrikel secara keseluruhan tidak mengeluarkan suara, kecuali terjadi patologi pada jantung yaitu bunyi jantung 3 atau cardiac murmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C. Fase Isovolumetric Contraction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini, tekanan di kedua ventrikel berada pada puncak tertinggi tekanan yang melebihi tekanan di kedua atrium dan sirkulasi sistemik maupun sirkulasi pulmonal. Bersamaan dengan kejadian ini, terjadi aktivitas listrik jantung di ventrikel yang terekam pada EKG yaitu komplek QRS atau depolarisasi ventrikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan kedua ventrikel ini akan menyebabkan darah mengalir balik ke atrium yang menyebabkan penutupan katup atrioventrikuler untuk mencegah aliran balik darah tersebut. Penutupan katup atrioventrikuler akan mengeluarkan bunyi jantung satu (S1) atau sistolic. Periode waktu antara penutupan katup AV sampai sebelum pembukaan katup semilunar dimana volume darah di kedua ventrikel tidak berubah dan semua katup dalam keadaan tertutup, proses ini dinamakan dengan fase isovolumetrik contraction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;D. Fase Ejection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan besarnya tekanan di ventrikel dan proses depolarisasi ventrikel akan menyebabkan kontraksi kedua ventrikel membuka katup semilunar dan memompa darah dengan cepat melalui cabangnya masing-masing. Pembukaan katup semilunar tidak mengeluarkan bunyi. Bersamaan dengan kontraksi ventrikel, kedua atrium akan di isi oleh masing-masing cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;E.Fase Isovolumetric Relaxation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedua ventrikel memompakan darah, maka tekanan di kedua ventrikel menurun atau relaksasi sementara tekanan di sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonal meningkat. Keadaan ini akan menyebabkan aliran darah balik ke kedua ventrikel, untuk itu katup semilunar akan menutup untuk mencegah aliran darah balik ke ventrikel. Penutupan katup semilunar akan mengeluarkan bunyi jantung dua (S2)atau diastolic. Proses relaksasi ventrikel akan terekam dalam EKG dengan gelombang T, pada saat ini juga aliran darah ke arteri koroner terjadi. Aliran balik dari sirkulasi sistemik dan pulmonal ke ventrikel juga di tandai dengan adanya "dicrotic notch".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1. Total volume darah yang terisi setelah fase pengisian ventrikel secara pasip maupun aktif ( fase ventrikel filling dan fase atrial contraction) disebut dengan End Diastolic Volume (EDV)&lt;br /&gt;• 2. Total EDV di ventrikel kiri (LVEDV) sekitar 120ml.&lt;br /&gt;• 3. Total sisa volume darah di ventrikel kiri setelah kontraksi/sistolic disebut End SystolicVolume (ESV) sekitar 50 ml.&lt;br /&gt;• 4. Perbedaan volume darah di ventrikel kiri antara EDV dengan ESV adalah 70 ml atau yang dikenal dengan stroke volume. (EDV-ESV= Stroke volume) (120-50= 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8456295424339489136-1996844308766883325?l=kursusekg-i.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/1996844308766883325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i2-anatomi-fisiologi-jantung.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/1996844308766883325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/1996844308766883325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i2-anatomi-fisiologi-jantung.html' title='I.3.  Anatomi  &amp; Fisiologi Jantung'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZRtPjBGDgI/AAAAAAAAAfk/gliHPVS5LwE/s72-c/Heart1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8456295424339489136.post-2061846423667492859</id><published>2009-02-12T21:05:00.003+03:00</published><updated>2010-04-03T19:46:33.272+03:00</updated><title type='text'>I. 4.  Elektrofisiologi  Jantung</title><content type='html'>Banyak para peserta kursus EKG yang pernah mengeluh kepada saya dimana setelah beberapa bulan atau tahun setelah selesai kursus, mereka dengan mudahnya melupakan ilmu EKG yang pernah mereka dapatkan dikarenakan jarang atau sama sekali tidak menemukan kasus kasus seperti yang didapat waktu kursus EKG atau karena bekerja pada tempat yang jarang menggunakan EKG.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, hal ini disebabkan kurangnya sistematika materi yang disajikan sehingga membingungkan peserta kursus. Disamping itu pemahaman yang disampaikan pengajar mungkin masih bersifat umum, sehingga para peserta kursus EKG mudah melupakan apa yang pernah didapat saat kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membicarakan topik elektrofisiologi secara detail, ada beberapa hal umum yang harus menjadi dasar pemikiran kita agar tidak terjadi kebingungan dalam mempelajari elektrofisiologi. Adapun pemahaman atau pengertian yang berhubungan dengan elektrofisiologi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Elektrofisiolagi jantung adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelectrical pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Elektrofisiologi tidak hanya terjadi hanya pada sel-sel otot jantung, akan tetapi diseluruh sel-sel tubuh kita terjadi atau adanya aktivitas listrik/elektrofisiologi guna menjaga keseimbangan atau haemostasis tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Semua faktor atau unsur-unsur yang berhubungan dengan bioelectrical tubuh kita, akan mempengaruhi proses fisiologi bioelectrical di seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Unsur utama yang mempengaruhi bioelectrical tubuh adalah elektrolit (Na,Mg,K,Ca,Cl,phosphate), Cairan tubuh dan Oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apabila terjadi ketidakseimbangan diantara unsur-unsur utama yang saya sebutkan diatas, maka akan terjadi gangguan terhadap proses bioelektrical di seluruh tubuh (tidak hanya di jantung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berhubung topik kita adalah elektrofisiologi yang berkaitan dengan jantung, maka saya tekankan kembali apabila terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit serta oksigen dalam tubuh akan berpengaruh pada fungsi kerja jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tekankan lagi dalam topik elektrofisiolgi jantung adalah kita harus memahami fisiolgi bioelektrikal yang menyebabkan jantung bisa berdenyut untuk menjalankan fungsinya memompakan darah keseluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terkecil dari mahluk hidup adalah sel. Jutaaan sel akan membentuk jaringan, dan jantung terbentuk dari kumpulan jaringan yang membentuk organ yaitu jantung. Bioelektrikal jantung terjadi karena adanya continuitas aktivitas listrik sel-sel pacemaker pada jantung yang menyebabkan jantung berkontraksi dan relaksasi secara teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki keistimewaan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Automaticity&lt;/span&gt; : Spontan jantung berdenyut secara teratur dan independent tanpa adanya intervensi sistem tubuh lain. Dengan kata lain apabila jantung sehat kita pisahkan dengan tubuh, maka jantung masih bisa berdenyut. Kenapa demikian? Karena jantung memiliki sel-sel pacemaker alami yang secara automatis mengeluarkan impuls secara teratur. Jantung mempunyai beberapa tempat utama sel-sel pacemaker yaitu SA node, AV node, Bundle of His dan Furkinje fiber. Normal sel pacemaker jantung berada di SA node yang secara teratur mengeluarkan impuls 60-100x/menit. Sedangkan pacemaker lain yang berfungsi sebagi backup apabila SA node mengalami gangguan. Pacemaker yang berfungsi sebagai backup yaitu  AV node 40-60x/menit,  Furkinje fiber 20-40x/menit. (lihat Gb: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Excitability&lt;/span&gt; : Apabila terjadi ketidakseimbangan pada unsur-unsur yang berperan dalam proses elektrofisiologi sel jantung, maka sel-sel jantung akan berespon secara fisiologis untuk mempertahankan hemostastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Conductivity&lt;/span&gt; : Adanya jaringan neuromuskular yang membentuk lintasan atau jalan khusus sebagai kawat penghantar bioelektrik antara SA node,  AV node,  Bundle of his, Furkinje fiber yang nantinya akan diteruskan sel-sel otot jantung agar bisa berdenyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Contractility &lt;/span&gt;: Secara fisiologis mampu merespon impuls yang masuk ke sel-sel otot jantung dengan berkontraksi dan berelaksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 siklus jantung = 1 denyut jantung = dalam EKG 1 beat yang terdiri dari PQRST  (lihat gambar 8).    Pertanyaanya...bagaimana proses terjadinya siklus jantung atau denyut jantung atau 1 beat EKG di lihat dari elektrofisiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdBR2cMsPI/AAAAAAAAAjc/rGAsjrwkWtY/s1600-h/pacemaker.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdBR2cMsPI/AAAAAAAAAjc/rGAsjrwkWtY/s200/pacemaker.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302778861179416818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdCLxDFkLI/AAAAAAAAAjk/O5zYdECBaSk/s1600-h/58.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdCLxDFkLI/AAAAAAAAAjk/O5zYdECBaSk/s200/58.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302779856164327602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 9&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya katakan bahwa dengan adanya aktivitas bioelektrikal sel-sel pada jantung yang menyebabkan jantung bisa berdenyut, menyelesaikan  siklusnya dan akan tercatat oleh mesin ekg dengan adanya gelombang PQRST dalam tiap denyutnya. Faktor utama yang harus kita perhatikan adalah ion-ion utama yang sangat vital sekali dalam mempertahankan keseimbangan saat terjadinya bioelektrikal pada sel-sel jantung. Ion-ion tersebut adalah Kalium (K+), (Na+),(Ca+),(Mg+) yang berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan proses bioelektrikal pada se-sel pacemaker  jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa lihat perbedaan muatan ion antara intraseluller dengan ektraseluller beserta fungsinya (lihat Gb tabel 10).  Angka nominal antara didalam dan di luar sel bisa berubah, salah satunya secara fisiologis disebabkan adanya gelombang elektrikal secara continuitas keluarkan oleh sel-sel pacemaker, dan secara patologis dipengaruhi adanya gangguan keseimbangan elektrolit atau penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdC-qspJII/AAAAAAAAAjs/f2my0p1aCmg/s1600-h/43.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdC-qspJII/AAAAAAAAAjs/f2my0p1aCmg/s200/43.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302780730632905858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya ingin menjelaskan proses bioelektrikal yang terjadi pada single cel !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sel di lapisi oleh membran sel, dimana tidak semua ion-ion menyeberang sembarangan karena proses penyeberangan melalui membran ini telah diatur oleh suatu mekanisme alamiah yaitu Na+ -K+ - ATPase (adenosine triphosphate) sodium pump atau cukup kita sebut sodium pump.  Dialah (sodium pump) yang berperan sangat penting menjaga keseimbangan proses bioelektrikal sel-sel pacemaker jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan istirahat atau resting potential atau polarisasi, di luar sel bermuatan positip (khususnya ion Na+), sedangkan didalam sel relatif negatif muatanya, dalam mesin EKG akan terekam hanya garis isoelektrik. (lihat gb:11A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan serta  perubahan muatan negatif menjadi positip pada sel jantung dinamakan depolarisasi.  Apabila pergerakan atau arah depolarisasi menuju &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;elektroda positip&lt;/span&gt;, maka dalam EKG akan terekam gambaran ekg  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;defleksi positip&lt;/span&gt;. Begitu sebaliknya apabila arah depolarisasi menjauhi elektroda positip, maka dalam EKG akan  menghasilkan defleksi negatif (lihat gb: 11 B)  Note:( garis isoelektrik = zero line). Dan apabila  arah depolarisasi mengarah positip elektroda kemudian menjauhi elektoda tersebut, maka akan menghasilkan defleksi bifasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan atau perubahan muatan pada sel dari muatan pasitip kembali ke muatan negatif dinamakan repolarisasi. Seharusnya bagian sel yang pertama mengalami depolarisasi akan ikuti oleh proses repolarisasi. Dan setiap elektroda positip yang di tuju oleh arah repolarisasi berlawanan dengan depolarisasi. Akan tetapi fenomena bioelektrikal pade sel tunggal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada jantung seutuhnya, dimana arah repolarisasi dimulai dari epikardium ke endokardium. Jadi pada EKG proses repolarisasi akan terekam sama dengan arah depolarisasi. (lihat gb:11 C).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdDfLk0AEI/AAAAAAAAAj0/br0w_W6uBS8/s1600-h/52.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdDfLk0AEI/AAAAAAAAAj0/br0w_W6uBS8/s200/52.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302781289214246978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses terjadinya perubahan muatan secara mendadak dinamakan Aksi Potesial, atau bagian dari proses depolarisasi adalah aksi potensial. Dimana single aksi potensial ini akan membentuk kesatuan aksi potensial yang nantinya dalam mesin EKG akan terekam grafik gelombang EKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam single sel.......&lt;br /&gt;Perbandingan muatan ion antara diluar dan dalam sel relatif seimbang, dimana pada fase polarisasi muatan ion positip khususnya  Na+  berada di luar.   Secara fisiologi bahwa proses terjadinya bioelektrikal secara terus menerus tanpa adanya pengaruh luar atau proses ini bisa berjalan lambat atau cepat akibat pengaruh system neurological serta gangguan keseimbangan elektrolit.  Maka permeabilitas membran sel terhadap Na+ meningkat sehingga Na+ masuk ke dalam sel (fase 0) secara mendadak, setelah itu  proses depolarisasi terjadi pada fase 1 dan 2 dimana muatan dalam sel relatif positip, sesaat setelah depolarisasi ion K+ keluar dari dalam sel. Pada fase 3,  sodium pump akan berperan optimal untuk mengembalikan keseimbangan muatan ion antara diluar dan didalam sel.  Sodium pump akan mengelurkan Na+ dari sel dan memasukan K+ dari luar sel. Pade fase 4, membran sel siap untuk menerima perubahan untuk mengulang aksi potensial. (Lihat Gb : 12) Untuk lebih detailnya tentang proses proses ini anda bisa tanyakan langsung ke saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdEPNTu3rI/AAAAAAAAAj8/-tRvtmrHhbI/s1600-h/B.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdEPNTu3rI/AAAAAAAAAj8/-tRvtmrHhbI/s200/B.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302782114313199282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gb: 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://kursusekg-ii.blogspot.com/"&gt;baca kursus ekg bagian II&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8456295424339489136-2061846423667492859?l=kursusekg-i.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/feeds/2061846423667492859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i-4-elektrofisiologi-jantung.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/2061846423667492859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8456295424339489136/posts/default/2061846423667492859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kursusekg-i.blogspot.com/2009/02/i-4-elektrofisiologi-jantung.html' title='I. 4.  Elektrofisiologi  Jantung'/><author><name>Abu Nazmah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://2.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SmiLfkOJASI/AAAAAAAABDI/hppu0LVwalw/S220/Abu+Nazmah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uYR4n5yH3-g/SZdBR2cMsPI/AAAAAAAAAjc/rGAsjrwkWtY/s72-c/pacemaker.gif' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry></feed>
